Rekomendasi Mingguan Emas 13 – 17 Desember 2021: Bisakah Naik Lebih Tinggi Lagi?

Memulai minggu lalu di $1,782, harga emas bergerak sideways dalam rentang yang terbatas, dan diakhiri dengan relatif tidak bergerak di $1,783. Pada hari perdagangan terakhir hari Jumat minggu lalu, harga emas mengalami sedikit rally dari $1,777 ke $1,783 setelah keluarnya laporan inflasi AS yang muncul sedikit lebih panas dari yang diperkirakan yang sedikit mendorong naik USD yang bersamaan dengan naiknya yields obligasi treasury AS yang membatasi kenaikan harga emas.

Dengan semua mata memandang kepada pertemuan FOMC Federal Reserve pada minggu ini, menyusul keluarnya data inflasi AS yang memanas pada hari Jumat minggu lalu.

Emas sepertinya ada pada posisi yang baik untuk mengejutkan investor dalam hal kenaikan harga emas. Dengan pasar telah memperhitungkan potensi tapering di dalam harga, apakah emas bisa mendapatkan dorongan naik lebih tinggi pada minggu ini?

Angka inflasi AS pada hari Jumat menunjukkan kecepatan kenaikan yang tercepat dalam hampir 40 tahun, naik sebesar 6.8% pada bulan November.

Angka inflasi adalah faktor yang menentukan dibelakang seberapa agresif Federal Reserve akan bertindan pada tanggal 15 Desember nanti. Dan karena sikap kepala the Fed Jerome Powell yang hawkish untuk mempercepat tapering telah dimasukkan ke dalam perhitungan harga, pasar akan mengamati bahasa yang hawkish lainnya, the dot plot dan proyeksi ekonomi lainnya.

Realitasnya adalah emas telah memberikan respon terhadap Powell yang memberitahukan bahwa dia sedang mempercepat tapering, dari  $15 miliar menjadi kemungkinan $30 per bulan. Powell juga tidak lagi menggunakan perkataan “transitory” ketika membicarakan mengenai inflasi. Dan disamping itu, saat ini, the Fed sekarang agak Dovish daripada sebelumnya, terutama setelah renominasi Powell kembali dan keputusan untuk menominasikan Lael Brainard sebagai wakil kepala the Fed.

Perlu di perhatikan bahwa keputusan Powell untuk menghilangkan frase bahwa inflasi adalah sementara, tidak berarti dia percaya bahwa inflasi akan tetap ada selamanya.

Powell percaya bahwa inflasi memang ada dan akan terus ada lebih lama lagi, namun inflasi dipercaya oleh Powell akan mulai menurun. Bagi emas, ini adalah luarbiasa penting untuk diingat bahwa hanya karena the Fed sedikit mempercepat tapering, tidak berarti mereka siap untuk menaikkan tingkat bunga. Persyaratan untuk menaikkan tingkat bunga adalah lebih tinggi lagi yaitu: Full Employment. Dan untuk itu perlu ekonomi menjadi panas alias inflasi meningkat untuk menaikkan kapasitas produksi.

Beberapa bulan ke depan, bisa jadi harga gasoline tidak naik lagi sebanyak seperti bulan lalu. Demikian juga dengan harga-harga sehubungan dengan kendaraan lainnya. Jika hal ini benar, bisa jadi inflasi telah sampai pada puncaknya dan pasar emas sudah mulai memperhitungkannya.

Bagi emas, sikap the Fed yang lebih sabar adalah hal yang baik yang bisa membuat harga emas terdorong naik lebih tinggi lagi.

Kondisi yang paling baik bagi emas adalah inflasi yang tinggi, namun yang kecepatannya berkurang. Dalam kondisi seperti ini, FOMC tidak akan bergegas untuk memutuskan mulai menaikkan tingkat suku bunga.

Emas sekarang diperdagangkan di dalam rentang $1,760 – $1,800 yang kelihatannya akan bisa bertahan dan bahkan mengarah naik pada minggu ini.

Di AS, fokus pasar ada pada Federal Reserve. Bank sentral paling berkuasa di dunia ini bersiap untuk mengetatkan kebijakan moneternya namun seberapa banyak? Kepala the Fed Jerome Powell telah memberikan signal bahwa mempercepat proses tapering adalah tinggi di dalam agenda dan meminta untuk tidak lagi menggunakan istilah “transitory” dalam inflasi. Setelah terpilih kembali sebagai kepala the Fed dan munculnya angka inflasi yang kuat, Powell berbalik menjadi lebih hawkish.

Bank sentral AS ini sudah mulai memangkas skema pembelian obligasi senilai $120 miliar per bulan dengan kecepatan sebesar $15 miliar per bulan. Apakah mereka akan mempercepatnya menjadi $20 miliar atau $25 miliar per bulan? Jawaban atas pertanyaan ini memiliki implikasi bagi waktu kenaikan pertama tingkat bunga yang bisa terjadi pada musim semi bukan musim panas.

Di satu pihak, ekonomi AS sedang menciptakan pekerjanan dengan kecepatan yang tinggi, tingkat pengangguran turun menjadi 4.2% dan inflasi menyentuh angka tertinggi sejak tahun 1982.

Sebelum keputusan dari the Fed, Penjualan Ritel menarik perhatian. Setelah beberapa kali mengalami kenaikan yang luarbiasa di dalam konsumsi, diperkirakan kenaikan di bulan November hanya setengah kali dari bulan Oktober yakni sebesar 0.8% baik angka umum maupun angka dari control group.

Weekly jobless claims, PMI dari market dan statistik perumahan juga bisa menggerakkan pasar, namun reaksi terhadap keputusan the Fed akan mengatasi semua angka makro ekonomi tier ke dua.

Terlepas dari keputusan bank sentral AS, investor akan terus mengikuti berita sehubungan dengan varian Omicron. Saat ini sudah dipastikan bahwa sekalipun lebih menular, tetapi varian Omicron tidak mematikan dan tingkat kematian tidak meningkat dengan adanya varian Omicron. Selain itu, menurut pembuat vaksin Pfizer dan BioNTech, suntikan ketiga vaksin mereka akan bisa memberikan proteksi yang cukup.

“Support” terdekat menunggu di $1,770 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,762 dan kemudian $1,750

“Resistance” terdekat menunggu di $1,794 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,840.


Sumber : www.vibiznews.com

BUKA AKUN SEKAR​ANG

Buka account trading forex di pialang jaman now. Mudah, terpercaya, terbesar, transparan. Proses mudah, same-day withdrawal dan dukungan support 24/5.

BUKA AKUN REAL