Rekomendasi Emas Mingguan 7 – 11 Maret 2022: Akan Naik ke $2,000?

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu, di dalam kerendahan $1,897, emas mulai berbalik naik ke $1,924 pada hari Selasa karena meningkatnya permintaan safe-haven dengan situasi geopolitik di Rusia – Ukraina tetap menakutkan pasar.

Pada hari Kamis emas meneruskan kenaikannya ke $1,930 dengan padamnya minat terhadap resiko. Pada hari Jumat harga emas naik $35 ke $1,971 dengan munculnya berita bahwa militer Rusia telah mulai mengebom pabrik nuklir terbesar di Eropa sementara yield obligasi AS 10 tahun turun lebih dari 3%.

Sayang sekali tidak ada tanda-tanda perang Rusia vs Ukraina akan terjadi de-eskalasi segera. Dampak dari perang ini terhadap ekonomi global bisa dilihat dengan meningkatnya keprihatinan terhadap pertumbuhan ekonomi global yang baru sedang berusaha bangkit dan juga tekanan inflasi yang sekarang sudah menjadi tema yang dominan.

Ada momentum ynag kuat pada emas untuk naik dengan para investor sedang mereposisi diri mreka menghadapi minggu yang baru yang penuh dengan ketidakpastian sementara semua mata sedang tertuju kepada penyerbuan Rusia ke Ukraina yang semakin meningkat.

Gambaran makro bagi emas saat ini adalah siap naik mencapai $2,000 per ons dengan meningkatnya harga – harga komoditi lainnya termasuk minyak mentah, palladium, nikel, gandum dan jagung. Ada begitu banyak komoditi kunci yang kemungkinan akan terus naik harganya. Harga – harga komoditi masih akan tetap tinggi dalam jangka pendek ini.

Dengan kenaikan harga-harga komoditi berdampak terhadap inflasi, para bank sentral akan terpaksa menaikkan tingkat bunga lebih agresif. Sementara itu bank sentral AS menunjukkan resistensi untuk menaikkan tingkat bunga dengan cepat karena harus menghitung resiko dari perang Rusia vs Ukraina. Ketidakpastian dan perdebatan mengenai tingkat bunga ini adalah hal yang positip bagi emas yang bisa membantu emas mengalami rally sampai menembus $2.000.-.

Salah satu hal penting yang menentukan untuk diperhatikan pada minggu ini adalah angka inflasi AS, consumer price index (CPI), yang diskedulkan akan dirilis pada hari Kamis.

Harga minyak mentah bisa saja dengan cepat naik menjadi $150. Inflasi akan menjadi jauh lebih tinggi dengan melejitnya harga energi. Angka CPI AS bisa naik lebih dari 8% dan angka inflasi tahunan akan bisa berada di antara 12% – 15%.

Minggu ini ditengah ketidakpastian, investor cemas mengenai reaktor nuklir yang dikabarkan ada bagian yang terbakarnya dan juga mengenai Rusia yang mulai mencaploki kota-kota kepunyaan Ukraina, mereka mulai memasang posisi beli terhadap emas dan minyak mentah dan memasang posisi jual terhadap saham.

Level yang harus diperhatikan pada saat harga emas bergerak naik ke $2,000 adalah $1,980 yang akan menjadi resistance jangka pendek. Begitu berhasil menembus $2,000, harga emas bisa lanjutk ke $2,050. Sementara apabila berbalik turun maka level yang harus diperhatikan adalah $1,882.

Dari data makro ekonomi, hari Kamis minggu ini adalah hari dimana banyak rilis makro ekonomi yang penting. Selain rilis data inflasi CPI AS, akan keluar juga data klaim pengangguran mingguan AS. Selain itu dari Eropa, akan ada keputusan mengenai tingkat bunga ECB.

“Support” terdekat menunggu di $1,955 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,931 dan kemudian $1,923.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,980 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,050.


Sumber : Vibiznews.com

BUKA AKUN SEKAR​ANG

Buka account trading forex di pialang jaman now. Mudah, terpercaya, terbesar, transparan. Proses mudah, same-day withdrawal dan dukungan support 24/5.

BUKA AKUN REAL