Rekomendasi Emas Mingguan 4 – 8 April 2022: Masihkah Berpotensi ke $2,000?

Setelah mengalami kuartal pertama dengan kenaikan harga yang begitu luarbiasa, memasuki bulan April, emas diperdagangkan di dalam kondisi sentimen pasar yang buruk bagi emas dengan harga emas turun $30 pada hari itu di tengah naiknya yields treasury AS. Namun masih ada harapan untuk kembali menyentuh $2,000.

Setelah naik dan diperdagangkan di $1,946 memulai minggu perdagangan yang baru hari Senin minggu lalu, harga emas bergerak berfluktuasi banyak terpengaruh juga dengan fluktuasi harga minyak mentah.

Harga emas turun ke $1,937 pada hari Senin terpengaruh oleh turunnya harga minyak mentah. Selain itu, yields obligasi AS yang mengalami kenaikan sehingga mendorong naik dollar AS juga membebani harga emas.

Pada hari Selasa, harga emas melanjutkan penurunannya ke $1,912, tertekan oleh naiknya minat terhadap resiko di antara para trader dan investor pada awal minggu ini.

Pada hari Rabu, harga emas berbalik naik ke $1,937 karena kenaikan koreksi dari tekanan jual belakangan ini yang telah mendorong emas ke kerendahan 5 minggu pada hari Selasa, dan juga karena kebangkitan yang kuat dari harga minyak mentah dari kerendahan pada minggu ini.

Pada hari Kamis, harga emas turun sedikit ke $1,935. Para pembeli yang membeli dari harga yang rendah berhasil menahan penurunan dari harga emas akibat dampak dari penurunan harga minyak mentah yang signifikan.

Pada hari Jumat harga emas melanjutkan penurunannya ke $1,924 dengan sentimen pasar yang risk-on, ditambah lagi dengan tingginya yields obligasi AS dan naiknya USD karena keluarnya angka NFP AS yang sesuai dengan yang diperkirakan pasar.

Event utama bagi emas pada minggu ini bukanlah laporan employment AS yang sangat dinantikan yang akan keluar pada hari Jumat, melainkan inversi antara spread yields treasury AS 2 tahun dengan 10 tahun. Banyak partisipan pasar yang memandang hal ini sebagai tanda peringatan bahwa resesi sudah diambang pintu.

Inversi dari yields treasury AS 10 tahun dengan 2 tahun membawa kepada spekulasi bahwa tingkat bunga yang dinaikkan oleh the Fed akan bisa dengan cepat mendorong ekonomi AS masuk ke dalam resesi. Meskipun banyak perdebatan dimana hal ini tidak bisa dijadikan pertanda mengenai waktunya akan terjadi resesi, namun ancaman akan bisa terjadi resesi saja  sudah akan membuat naiknya keengganan terhadap resiko di pasar yang menguntungkan emas.

Kuartal pertama tahun 2022 adalah kuartal yang mengesankan dari berbalik naiknya harga emas, dengan kenaikan lebih dari 6% dan membukukan keuntungan terbaik sejak kuartal ketiga 2020. Pergerakan harga emas yang sama diperkirakan akan terjadi lagi pada kuartal ke dua, dengan $2,000 per ons menjadi target yang kelihatannya dapat dicapai.

Emas memiliki kecenderungan melakukan banyak konsolidasi sebelum membuat pergerakan naik yang signifikan. Emas sudah mengalami rally yang bagus dari bulan Februari ke pertengahan bulan Maret. Sekarang, emas sedang mengalami sedikit koreksi. Pasar sedang menantikan level dasar dimana harga emas berbalik naik ke puncaknya seperti pada pertengahan bulan November. Dan harga di dalam rentang $1,900 – $1,925 menunjukkan nilai yang bagus. Jika bisa naik lagi ke atas $1,950 – $1,975, maka kelihatannya emas tidak akan mengalami kesukaran untuk melanjutkan naik ke $2,000.

Gambaran yang lebih luas bagi emas masihlah sangat konstruktif baik dari sisi fundamental maupun dari sisi tehnikal. Namun bisa juga terjadi aksi jual terhadap emas, terutama apabila level $1,828 – 49 tidak berhasil menjadi support yang tangguh.

Event utama minggu ini adalah rilis risalah pertemuan FOMC AS bulan Maret pada hari Rabu. Risalah ini diharapkan akan menunjukkan rincian dari rencana the Fed untuk menciutkan neracanya. Meskipun defisit perdagangan menyempit secara nilai nominal di bulan Februari, di dalam kenyataannya, malah melebar secara luas.

Selain itu, angka employment yang akan keluar pada hari Jumat juga sangat dinantikan pasar untuk memastikan bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar 50 basis poin di bulan Mei benar-benar ada di meja perundingan. Saat ini CME FedWatch Tool memperhitungkan probabilita 71% hal ini akan terjadi.

“Support” terdekat menunggu di $1,919 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,895.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,943 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,955 dan kemudian $1,975.


sumber : www.vibiznews.com

BUKA AKUN SEKAR​ANG

Buka account trading forex di pialang jaman now. Mudah, terpercaya, terbesar, transparan. Proses mudah, same-day withdrawal dan dukungan support 24/5.

BUKA AKUN REAL