Rekomendasi Emas Mingguan 11 – 15 April 2022: Fokus pada Inflasi di Ketinggian Beberapa Dekade.

Setelah pada 2 minggu yang lalu turun dari $1,946 ke $1,924, pada minggu lalu harga emas berhasil naik dan pada hari Jumat minggu lalu kembali diperdagangkan di $1,946.

Harga emas yang berhasil naik, meskipun ditengah terus menguatnya dolar AS, menunjukkan ketangguhan dari emas.

Indeks dolar AS menguat karena naiknya yields obligasi treasury AS. Yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun berada pada level yang tertinggi dalam lebih dari 3 tahun di 2.62%, naik lebih dari 2% per hari. Indeks dolar AS terus meningkat ditambah lagi dengan keluarnya risalah pertemuan kebijakan FOMC bulan Maret yang hawkish sehingga mencapai level tertinggi sejak Mei 2020 di 99.892.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Senin minggu lalu, didukung oleh kekuatiran mengenai inflasi yang problematik yang diperkirakan akan menjadi bertambah buruk sebelum akhirnya membaik. Emas berjangka kontrak bulan Juni pada hari Senin, naik $6.10, ke $1,930.70 per troy ons.

Harga emas sempat naik ke $1,943.20 pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa, dengan naiknya inflasi dan permintaan safe-haven telah menghasilkan permintaan yang luarbiasa terhadap emas fisik di bulan Maret, menandakan permulaan terbaik pada tahun ini dalam lebih dari dua dekade. Namun dalam perdagangan sesi AS selanjutnya harga emas berbalik turun dan diperdagangkan di sekitar $1,918.10 karena menguatnya dollar AS dan munculnya para seller baru.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu ditengah mulai berkurangnya kekuatan dollar AS. Namun kenaikan harga emas lebih lanjut tertahan oleh karena naiknya yields obligasi AS pada pertengahan minggu di tengah retorika yang hawkish yang datang dari Federal Reserve. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $10.20 ke $1,928.30 per troy ons.

Harga emas naik pada hari Kamis, terangkat oleh turunnya yields treasury AS dan turunnya dollar AS. Aksi jual yang terjadi di matauang crypto baru-baru ini juga menguntungkan harga emas. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $7.10 ke $1,935.30 per troy ons.

Pada hari Jumat, harga emas meneruskan kenaikannya ke $1,946.00 per troy ons dengan adanya kekuatiran akan semakin naiknya inflasi dimana laporannya yaitu Core/Inflation Rate AS YoY bulan Maret akan dikeluarkan pada hari hari Selasa minggu ini. Prediksi yang dikeluarkan oleh Federal Reserve Bank of Cleveland menunjukkan bahwa level inflasi di bulan Maret akan setinggi 8.41% dan untuk kuartal pertama 2022 diperkirakan akan setinggi 9.1%.

Pada minggu ini, pasar emas akan menaruh perhatian dengan seksama terhadap angka inflasi AS yang akan keluar pada hari Selasa. Para analis memperkirakan inflasi AS di bulan Maret akan mencapai ketinggian empat dekade yang baru di atas 8%.

Selain itu berita makro yang besar yang masih digali oleh pasar emas adalah risalah pertemuan kebijakan FOMC the Fed pada bulan Maret yang menunjukkan akan rencana the Fed untuk mengurangi neracanya sebanyak $95 miliar per bulan yang kemungkinan akan mulai dijalankan pada bulan Mei.

The Fed juga mendiskusikan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan berikutnya, yang mana sudah diperhitungkan oleh pasar dalam penghitungan harga emas untuk bulan Mei. Risalah ini juga mencatat bahwa kebanyakan partisipan mengatakan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 basis poin ini adalah pantas dilakukan pada pertemuan berikutnya, khususnya apabila tekanan inflasi tetap tinggi atau bahkan meningkat.

Itulah sebabnya data inflasi bulan Maret yang akan dikeluarkan pada hari Selasa akan menjadi salah satu rilis data makro ekonomi yang dinantikan.

Angka inflasi harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Selasa diperkirakan akan mengalami kenaikan disebablkan karena naiknya harga gasoline. Pada bulan Februari, harga gasoline nasional rata-rata sebesar $3.50 per gallon. Sementara pada bulan Maret sudah naik mencapai $4.19. Harga makanan juga mengalami kenaikan tajam dengan meningkatnya isu rantai supply, naiknya harga komoditi dan upah buruh.

Data inflasi yang tinggi akan memberikan tekanan terhadap kenaikan tingkat bunga oleh the Fed sebesar 50 basis poin pada bulan Mei. Meskipun demikian, pasar emas masih tetap tidak yakin the Fed akan bisa mempertahankan pengetatan yang agresif selama tahun 2022. Karenanya harga emas tetap tangguh berada di $1,946,-

Pasar sekarang sedang fokus apakah jalur mempercepat pengetatan kebijakan moneter yang sedang dianut oleh the Fed sekarang pada akhirnya akan memaksa bank sentral AS ini untuk memilih antara tetap melanjutkan bertempur melawan inflasi secara agresif ataukah diperlambat oleh karena keprihatinan akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Hal ini memberikan optimisme jangka panjang bagi para investor emas.

Dengan terus berlangsungnya perang Rusia – Ukraina, maka tekanan naik terhadap inflasi akan tetap ada. Ada banyak alasan untuk lari ke safe – haven pada saat ini. Dan bahkan pada saat yield treasury AS naik tinggi yang seharusnya buruk bagi emas, harga emas tetap tidak turun dari ketinggiannya.

Di tengah keadaan yang seperti ini, sulit juga untuk berpandangan pasar saham sedang bullish. Wall Street kemungkinan akan bergerak sideways untuk beberapa waktu lamanya. Sementara harga emas kemungkinan tetap stabil kalau tidak bisa dikatakan konstruktif dan akhirnya naik karena resiko semakin meningkat.

Ada kemungkinan the Fed akan menaikkan tingkat bunga yang lebih tinggi pada musim semi ini dan pada permulaan musim panas untuk mencoba meyakinkan pasar bahwa mereka tidak sedang ketinggalan.

Di tengah siklus pengetatan sekalipun, emas tetap tangguh. Harga emas telah naik sampai 7% per tahun. Sebagian investor emas kemungkinan berpikir bahwa setelah kenaikan tingkat bunga yang pertama, the Fed kemungkinan tidak akan bertindak sesuai dengan perkataannya. Hal ini akan menjadi pendorong kenaikan harga emas lebih lagi.

Dari AS selain akan dikeluarkan data yang paling penting saat ini yaitu angka Consumer Price Index (CPI) AS pada hari Selasa, pada minggu ini akan diikuti oleh data Producers Price Index (PPI) pada hari Rabu.

Dan pada hari Kamis AS akan merilis data Retail Sales, weekly Jobless Claims dan Preliminary Michigan Consumer Sentiment yang akan membuat para trader GBP tetap sibuk sekalipun data dari Inggris tidak ada.

Terlepas dari data-data makro ekonomi yang akan dirilis pada minggu ini, komentar dari para pejabat the Fed, dan update berita yang akan datang dari krisis Ukraina akan menggerakkan sentimen pasar pada minggu ini.

Level support dan resistance harga emas pada minggu ini berada pada $1,920 dan $1,967 per ons. Rentang harga yang harus diperhatikan adalah antara $1,975 per ons sebagai batas tertingginya dan $1,900 sebagai batas terendahnya.

“Support” terdekat menunggu di $1,923 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,850.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,955 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,967 dan kemudian $1,975.


Sumber : Vibiznews.com

BUKA AKUN SEKAR​ANG

Buka account trading forex di pialang jaman now. Mudah, terpercaya, terbesar, transparan. Proses mudah, same-day withdrawal dan dukungan support 24/5.

BUKA AKUN REAL